Saturday, July 10, 2010

Zoom - 2nd novel (Lintas Publisher)


We don’t always see what we think we see…

Buat Nana Lovari, gadis metropolis berusia 24 tahun, hidup tidak lebih dari sekedar pacar yang rewel, atasan yang bawel, Ibu yang suka menuntut, ataupun jenis lip gloss apa yang harus ia kenakan hari ini. As simple as that. Sampai suatu ketika…

Nana menabrak seorang gadis kecil, anak jalanan bernama Agil.

Dan sejak saat itu, hidup Nana berubah seratus delapan puluh derajat. Begitupun cara pandangnya.

Melalui Agil, Nana belajar punya hati yang perduli terhadap mereka yang lebih tidak beruntung darinya. Ia menjadi kakak asuh, dan ikut kegiatan sosial perduli anak jalanan. Nana juga jatuh cinta pada Jay, prince charming-nya yang baik hati, kakak asuh Agil. Oh yeah, thanks to both of them. Karena mereka, Nana berubah jadi orang yang benar-benar baru.

Hanya saja life don’t always turn out what we expect them to be. Ketika datang cobaan berat yang mengancam pekerjaan, harga diri, juga kekasihnya, bisakah Nana bertahan?

“… Jika hidup tidak berjalan seperti yang kita harapkan, jangan langsung berpikiran jelek. Cobalah untuk tidak men-zoom kamera hidup ke arah masalah kita. Mawar yang indah tidak akan tampak kalau kita hanya zoom ke durinya saja, bukan? Banyak hal diluar sana yang tidak terlihat oleh mata manusia, karena pandangan kita begitu terbatas. Tapi ingatlah, semua yang diizinkan terjadi, sudah diatur sempurna oleh Yang Diatas.”

0 comments:

Post a Comment